Kota Tangerang Selatan rasakan lonjakan Pasien Covid dan terus meningkat,  di kwatirkan oleh masyarakat akan terus meningkat apa bila tidak segera dilakukan penanganan serius yaitu mendisiplinkan masyarakat, dengan aturan yang telah di buatkan, seperti PPKM  Mikro.

Baca Juga ” Kapolri Tegaskan Penangan Prokes, Bid-Humas PMJ: Trenz Suka Kucing Kucingan

Tidak bisa di pungkiri, kalau peningkatan pasien covid tersebut akan terus meningkat. Sebab kurang efektif nya pembatasan sosial yang di lakukan oleh satgas covid di wilayah Tangerang Selatan. Dari temuan awak media, selain tempat perbelanjaan di beberapa titik, yang paling parah’ tempat hiburan malam (THM) masih ada yang bebas beroperasi sehingga akan di kwatirkan akan menjadi klaster baru di wilayah kota Tangerang Selatan.

Ramai di beritakan beberapa media cetak dan online, “Mahkota Cafe” yang berada di wilayah techno tepat nya di Jln. Cendekia Ciater kecamatan Serpong, THM tersebut masih tetap beroperasi. Padahal, melihat dari lokasi tersebut yang hanya berjarak beberapa ratus meter dengan Kantor Satpol PP, yang menjadi salah satu garda terdepan dalam penindakan aturan yang di keluarkan oleh walikota Tangerang selatan seakan tidak bisa di tindak, ada apa?

Akibat melonjak nya kasus covid-19, pemerintah kota Tangerang selatan

akan mengevaluasi kembali pembelajaran tatap muka (PTM) yang seyogianya akan dilaksanakan di bulan Juli 2021.

Baca juga: Kapolri Tegaskan Penanganan Prokes, Bid-Humas PMJ: Trenz Suka Kucing Kucingan

Dilansir dari liputankota.com Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan,” kemungkinan tidak dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) di bulan Juli dikarenakan angka Covid-19 yang terus meningkat.

“Dengan naiknya angka Covid-19, saat ini PTM saya evaluasi lagi, yang harusnya dibuka pada pertengahan bulan Juli, saya instruksikan kepada kepala dinas (Dindik-red) untuk mengevaluasi lagi dan kemungkinan belum bisa dilaksanakan di bulan Juli,” terang Benyamin. (18/06/ 2021.)

Benyamin juga menyampaikan,” kebijakan untuk pembelajaran tatap muka, saat ini belum bisa dilakukan.

“Saat ini saya ambil kebijakan untuk pelajaran tatap muka belum bisa dilakukan kecuali angka kasus Covid-19 sudah turun,” katanya.

 Masyarakat kota Tangerang Selatan berharap, agar pemerintah lebih efektif dalam menjalankan PPKM Mikro, agar penanganan covid-19 bisa secepatnya terselesaikan. “Bukan mengevaluasi pembelajaran tatap muka, tapi menutup tempat hiburan malam dan mengurangi aktifitas masyarakat yang mengundang keramaian, seperti pusat perbelanjaan dan tempat wisata,” kata salah seorang masyarakat  Ciputat kepada awak media.(team-7)