Buruselatan, SuaraRepublik.News – Hujan deras yang mengguyur kabupaten  Buru selatan (BURSEL) pada 6 september 2020.membuat beberapa jembatan di Kabupaten Buru Selatan, yang menghubungkan beberapa desa menjadi terputus

Salah satunya desa Waelikut. Terdapat Dua jembatan yang mengalami kerusakan yakni;jembatan wayolo dan jambatan tuwetek, yang menjadi  akses utama masarakat dalam bepergian rusak parah akibat banjir, hal ini bermula dari turunnya hujan selama 3 hari 3 malam membuat aliran sungai makin deras sehingga kedua jembatan ini pun hancur dan tak bisa di pakai sebagai akses penyembrangan.

Hal itu membuat masarakat desa waelikut dan beberapa desa” lainnya menjadi resa karena takbisa untuk bepergian,masyarakat sangat berharap kepada pemerintah Kab. Buru selatan(BURSEL) untuk segerah membanggun kembali jembatan yang permanen untuk di pakai sebagai akses masyarakat Wailikut dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Waisama. jelas Muhammad

Lanjut Ketua Komisariat FAI-Mengingat bukan saja tahun ini jembatan walnapu terjadi kerusakan tetapi sudah berulang kali terjadi kerusakan. setiap kali kerusakan manyarakat yang memperbaiki jembatan tersebut dengan cara bergotong royong karena tidak ada gerakan dari pemerintah Kabupaten untuk membangun jembatan sementara sudah banyak korban yang mengalami kecelakaan di jembatan wayolo, ujarnya

mulai dari terperosoknya ban kendaraan sampai terjatuhnya pengedara ke dalam sungai pada saat melintasi jembatan tuwetek ini.Setiap kali terjadi kerusakkan masarakat selalu bertanya-tanya di mana pemerintah, apa saja yang dikerjakan oleh DPRD Kab. BURSEL,

Apalagi ketua DPRD berasal dari dapil waesama. Namun lagi” mereka tidak menjadikan masarakat sebagai subjek melainkan objek politik mereka, Waesama sendiri memiliki 4 anggota DPRD namun dalam hal kontribusi masarakat sangat kecewea dengan mereka terkhususnya ketua DPRD Buruselatan sendiri.ungkap Ketua komisariat FAI ( Weal )