Kabiro Suara Republik News  saat akan menemui Kadis PMPTSP- Bekasi

Jakarta, Oktober, Suara Republik News ( SRN), Dari Penelusuran SRN, terdapat suatu Proyek Tanpa papan proyek di  Jalan raya Kodau  Rt.02/Rw.013 Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi. Awalnya bermaksud menemui Camat AR Camat Pondok Gede, namun lagi rapat, tapi kemudian di arahkan stafnya kebagian ekbang, diperoleh keterangan bahwa kami  tidak tau apa masalah dilapangan, lebih jelas itu kepada Trantib,  ditemui keruangan Trantib , lagi rapat, dihubungi melalui telepon selularnya, Camat, masih monitoring  pelaksanaan Vaksin .  hingga SRN turun ke TKP, ketua RT 02 Roni, tidak tahu berkas apa yang dibawa untuk mengajukan ke Kepala Dinas Penananam Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PMPTSP) kota Bekasi. Hari yang sama SRN meluncur  ke Ketua Rw 013 haji Gopar, jawabannya sama tidak ada berkas yang ditinggal hanya diperlihatkan saja karena itu yang akan disampaikan kepada kadis PMPTSP ujarnya. Esoknya SRN meluncur ke Lurah Jati Makmur, melalui wakil lurah Salim mengatakan Lurah lagi Keluar, Barulah esoknya ketemu dengan lurah  Atmanto  dikantor langsug masuk diruanganya. kantor Lurah Jati Makmur,  bermaksud mengklarifikasi info ini semua mau menemui Camat AR, tetapi alas anya mau Rapat, semoga Kadis  PMPTSP Bekasipun tidak  sedang rapat, kalo mau ditemui  nanti.  Eh.. ternyata prediksi itu benar, waktu didatangi securitynya mengatakan Kadis Lintong sedang rapat di Walikota seolah-olah alasan “rapat”  ini menjadi alasan klasik untuk menghindari  para jurnalis? Misalnya saja ketika Kabiro SRN  ingin konfimasi tentang  sebuah proyek di wilayah kekuasaanya Kecamatan Pondok gede sudah berjalan beberapa bulan tanpa memasang Plang proyek atau papan proyek sebagaimana lajimnya  proyek-proyek  lainnya sebagai bukti bahwa proyek tersebut legal  karena memuat nama PT nya, anggaran nya apakah APBD, atau APBN, kapan waktu dimulai dan selesainya?, namun Camat tidak pernah dapat dihubungi. diketahui dari securitynya, selalu alasannya rapat dan monitoring. Demikian juga kadis PMPTSP Bekasi  inisial LDP juga alasan nya rapat akhirnya  timbul niat  menyurati, dan  suratpun kita kirimkan  ke kadis PMPTSP guna memohon audiensi,  ,  melalui Eko staf Kadis, suruh datang hari Senin 4 Oktober 2021, dengan harapan semua yang terkait dengan persyaratan proyek dimaksud dapat terjawab, Akhirnya saya datang, namun ironisnya tidak bisa dipertemukan dengan kadisnya.

hanya diminta nomor saya  agar dapat menghubungi SRN Tapi sampai dengan sekarang belum  ada tanda-tanda utk bertemu atau dihubungi melalui telepon selularnya. Staf nya PMPTSP  Leo mengatakan nanti akan beliau hubungi nanti bapak ujarnya. tapi sampai berita ini di kirim ke pusat, belum ada  menghubungi saya. Bahkan saya minta dia ( Eko-Staf) mengecek alamat dan siapa pemilik PT.KOPOJEKA DAYA INDONESIA sebagai Pengembang  Membangun  Perumahan  Komersil dan failitas pendukung  lainnya, sesuai  rekomendasi kadis PMPTSP-kota Bekasi Nomor 503/04-DMPTSP/IV/2021 yang akan dipertanyakan oleh SRN segala sesuatu  yang terkait dengan rekomendasi tersebut.  Jawabannya mohon bersabar, pada hal sudah dari hari Senin  hingga sekarang, belum ada jawaban. Kalo merujuk pada UU nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, seyogianya Kadis PMPTSP memahami itu, tidak seharusnya  kurang responsif terhadap wartawan/media , karena media ini  merupakan Pilar ke empat setelah Pancasila, UUD 1945,  Bhineka Tunggal Ika, dan Pers. Kondisi di TKP( dilapangan ) Pembangunan terus berlanjut. Disini juga     saya temui  Tomi Security proyek, dan coba saya tanya dia tentang siapa pemborongnya dan dimana alamatnya, dia jawab saya tidak tau pak saya hanya menjaga  peralatan  yang dipakai disini ujarnya, sembari saya meningalkan  tempat ini menuju kantor Kadis PMPTSP. Karena sudah dijanjikan Eko untuk  ketemu pada hari yang sama. ( Ring-o).

Proyek di Jl.Kodau Jati Makmur Yang tanpa papan proyek ( dok : ring-o)