Suararepublik.news – Berdasarkan pantauan awak media di kantor camat Lahusa Nias Selatan pasca viralnya di jejaring sosial atas tudingan insiden Penganiayaan yang mengakibatkan luka terhadap salah seorang warga Desa Sinar Baru berinisial (TBA), Pemerintah Kecamatan Lahusa menegaskan bahwa hal itu tidak benar.

“itu tidak benar saya berani bersumpah. Saya tidak melakukan penganiayaan.”, Ucap Camat Lahusa (Bahuku Satulo Halawa) Ketika dikonfirmasi dikantornya. Jumat (16/4/2021)

Bahuku Satulo memberitahu bahwa disaat insiden keributan berlangsung depan rumahnya dirinya kaget hingga keluar rumah dikarenakan kediaman yang dirinya tempati terkena lemparan batu.

Bahukusatulo Halawa menjelaskan dalam penganiayaan kepada T. Amazihono itu tidak saya lakukan dan Tuhan Maha Tahu dari kejadian tersebut kalau saya tidak melakukannya.

Perlu saya sampaikan ungkap Camat, kejadian tanggal 11 April 2021 di Desa Sinar Baru Daro-Daro Dusun Silima Ewali, di suatu rumah ada kerumunan dan saya tidak tahu apa ada pesta atau tidak karena berjauhan rumah kami, sekitar 20.30 WIB keluar seorang laki laki bernama Asadira Amazihono langsung memaki maki diarah rumah tempat berkerumunan orang tadi , terus didorong dia ke rumahnya, saya hanya melihat di dalam rumah kebetulan berhadapan rumah kami.

Tidak lama kemudian ada lemparan batu diatap di rumah kami dan saya langsung menuju depan rumah sambil mengatakan “Apa itu ? kok ada lemparan batu, tolonglah dihargai rumah orang”, saya duduk kembali ternyata orang yang ada dirumah itu langsung keluar beramai ramai dan saya tidak tahu orang itu siapa, tiba tiba ada Kepala Dusun Silima Ewali an. B. Baene membawa motor sambil ada boncengan melihat orang keluar dari rumah itu langsung di kejar, secara spontan orang yang dikejar itu langsung berhenti di depan rumah saya dan dia langsung dihajar. Jelasnya.

Kebetulan saya keluar rumah menjumpai tokoh masyarakat dan anaknya juga Sekretaris Desa sekaligus bapak itu Ketua LAD sambil berkata bagaimana ini pak? dengan Kejadian ini si Sekdes menjawab kita tegur mereka Pak. Tiba tiba ada lagi lemparan batu dan saya langsung ke rumah saya bersembunyi.

Selanjutnya saya tidak tahu apa yang terjadi. Untuk itu, saya atas nama  Bahuku satulo Halawa (Camat Lahusa) menyapaikan sejujur jujurnya pada pemukulan dan penganiayaan yang terjadi malam itu, saya tidak melakukannya serta dari berita yang beredar selama ini mengatasnamakan Camat Lahusa melakukan penganiayaan “Itu Semua Tidak Benar Sekaligus Saya Bantah”, jika ada orang mengfitnah saya yang melakukan itu, Tuhan Tahu semuanya. Semoga pihak yang berwajib bisa menelusuri motif dari kejadian itu. Ucap Camat