Karimun, suararepublik.news – Bupati Karimun DR. H. Aunur Rafiq, M.Si menerima kunjungan kerja kepala staf kepresidenan DR. H. Moeldoko ke Kabupaten Karimun. Kagiatan kunjungan Kepala Staf Kepresidenan beserta rombongan dilakukan dengan Protokol Kesehatan pada fase New Normal Pandemi Covid-19 di Kab. Karimun, Sabtu (8/8/20)

Dalam kegiatan tersebut kepala staf kepresidenan meninjau ke Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) lalu dilanjutkan peninjauan ke PT. Karimun Gold Coast.

Bupati Karimun dalam sambutannya menyampaikan Kabupaten Karimun untuk saat ini masuk dalam zona hijau yang siap dan tangguh untuk menghadapi covid 19. Di masa Pandemi covid-19, Pemkab. Karimun bersama TNI POLRI telah melakukan langkah-langkah Kabupaten Tangguh pada Kampung/Desa, Kantor, Tempat Ibadah, Industri, Ketahanan pangan, Peternakan dan lain-lain. Kabupaten Karimun merupakan pulau terluar yang memerlukan dukungan terhadap pengembangan infrastruktur percepatan pembangunan industri agar cepat terwujud antara lain Penngembangan Bandara, Pelabuhan Malarko, Pelabuhan baru oleh PT. Goldcoast, Industri baru PT. GRM dan di Pulau Asam.

Sebagai kawasan perdagangan dan Pelabuhan bebas dikawasan industri ini, sedang mengusulkan dan mohon dukungan dari bapak Kepala Staf Kepresidenan untuk perluasan sepertiga Pulau Karimun dan sekarang sudah bisa menyeluruh untuk dijadikan kawasan perdagangan dan Pelabuhan bebas di mana untuk payung hukum dari pada organisasinya untuk penguatan tentang kelembagaan dimana peraturannya belum turun.

Sementara itu kepala staf kepresidenan bpk DR. H Moeldoko dalam sambutannya menyampaikan strategi pemerintah dalam menangani covid 19 ada tiga garis besar yaitu : pertama, Pemerintah berusaha semaksimal mungkin agar masyarakat betul-betul bisa diselamatkan dari konflik, untuk itu segala upaya dijalankan pemerintah, kedua, Pendekatan kesehatan masyarakat harus tetap bisa dilaksanakan, untuk itu berbagai kebijakan apa itu jaring pengaman sosial, bantuan sosial baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah termasuk juga ada relokasi dan difokuskan untuk anggaran pembangunan, bisa jadi anggaran desa yang digelontorkan, dan ketiga, agar masyarakat bisa tetap berusaha khususnya UMKM dan koperasi tidak ada yang melakukan PHK, untuk itu berbagai insentif dan stimulus diberikan pemerintah.

Pertumbuhan sebuah daerah itu bisa terjadi apabila iklim investasi bisa berjalan dengan baik, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai upaya agar investasi bisa berjalan dengan baik beberapa pendekatan yaitu memberikan izin secepat-cepatnya Pembangunan usaha.

Kesehatan jadi prioritas yang dikedepankan oleh pemerintah tetapi juga tidak bisa meninggalkan aspek ekonomi, agar semuanya bisa berjalan baik maka protokol kesehatan harus dijalankan dengan optimis.

Dalam kegiatan tersbut turut hadir

Ketua DPRD Karimun H. Yusuf Sirat, S.IP, Kakanwil DJBC Kepri Agus Yulianto, M.E, Kepala KSOP kelas I TBK Capten Barlet Silalahi, M.M, Sekda Karimun Dr. Muhd. Firmansyah, M.Si, Dandim 0317/TBK Letkol Inf. Denny, S.IP, Danlanal TBK Letkol Laut (P) Mandri Kartono, M.M, Kapolres Karimun AKBP. Dr. Muhammad Adenan, S.H., S.I.K., M.H, Perwakilan Kajari, Perwakilan Pengadilan Negeri, Direktur utama PT. GRM Mr. Lie, Johanes Kennedy (Komisaris PT. Panbil grop), Abdul Gafur (Dirut PT. Karimun Goldcoast), Patrick Aritonang (Dir Panbil), Sherly Tano (Dirut HJS) dan Tokoh Masyarakat H. Abu Samah. HMS/srn