Karimun,suararepublik.news – Rapat Koordinasi Tindak Lanjut penyelesaian Permasalahan Gereja Santo Joseph, Tanjung Balai Karimun di Ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun. Senin (17/2/20 ).

Dalam Rakor tersebut berbentuk Tema adalah Bersama Mari Bersenergi menciptakan Kehidupan Beragama yang Harmonis dan Dinamis.

Bupati Karimun menyampaikan, dalam hasil Rakor telah disepakati beberapa hal yang terdapat 5 point dari pertemuan Bupati Karimun hasil dari Kementrian Agama sebagai Kesepakatan Bersama.

Di antara 5 point tersebut 1. Semua pijak harus menghormati proses Hukum yang sedang berlangsung yang terkait keputusan PTUN tentang IMB Gereja Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun. 2. Selama proses Hukum berlangsung kedua belah pihak mengupayakan dialog Dan Silaturahmi. Pihak Gereja tidak melakukan aktivitas Pembangunan dan  semua pihak diminta tidak melakukan demo. 3. Bupati Karimun telah menyampaikan terkait usulan dari Forum umat Islam Bersatu ( FUIB ) Dan Aliansi Peduli Kabupaten Karimun ( APKK ) tentang relokasi Pembangunan Gereja Dan menjadikan Gereja  Paroki Santo Joseph cagar Budaya dan pihak Gereja melalui uskup pangkal Pinang akan mempelajari Sambil menunggu proses hukum yang sudah berlangsung. 4. Dan kemudian Kementrian Agama, Bupati, uskup , Kanwil kemenag kepri akan melakukan Silaturahmi ke Kabupaten Karimun untuk bertemu masyaràkat dalam upaya menciptakan situasi yang Harmonis bagi Kehidupan umat Beragama di Kabupaten Karimun. 5. Semua pihak harus menghormati hasil keputusan PTUN yang sedang berlangsung.

Dari Rakor tersebut turut hadir, Wakil Bupati Karimun, FKPD Kabupaten Karimun ( Kapolres, Danlanal, Dandim dan Kajari ), Wakil Ketua DPRD, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Karimun, Tim Atensi Polda Kepri,  Kepala Kementrian Agama  Kabupaten Karimun,   Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Asisten I, Ketua Forum Umat Islam Bersatu ( FUIB ), Ketua Aliansi Peduli Kabupaten Karimun( APKK ),  Ketua LAM Kabupaten Karimun, Ketua Lembaga Melayu Bersatu ( LMB ), Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ), Ketua Forum Pembauran Kebangsaan ( FPK ) dan  Ketua Makelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Karimun, Panitia Pembangunan Gereja Paroki  Santo Joseph Tanjung Balai Karimun dan Ketua Pemuda Khatolik Kabupaten Karimun.

Sebelum ditutup Rakor tersebut, Bupati Karimun menyampaikan beberapa hal yaitu 1. Bupati Karimun mengajak semua pihak yang hadir untuk membuat Kesepakatan Bersama dengan membuat pernyataan terkait kondusif Kabupaten Karimun yang Aman damai Dan sangat menjunjung tinggi Toleransi Umat Beragama. 2. Bupati menyampaikan agar Masing- masing pihak agar dapat meluruskan baik itu dari Perwakilan pihak Gereja agar dapat meluruskan pemberitaan yang bersdar agar tidak terajadi kesalahpahaman di tengah – tengah masyaràkat dan  menyampaikan Umat untuk bijak dalam menggunakan media Sosial Dan tidak terpancing isu Sara Agama. Begitu Juga dari pihak ormas FUIB Dan APKK agar dapat menahan Diri dan menghormati proses Hukum dan dapat mensosialisasikan Dan   meluruskan Informasi kepada masanya agar masyaràkat lebih bijak menyikapi pemberitaan di media Sosial. 3. Bupati menekankan kembali untuk menghormati dan mematuhi apa yang menjadi pedoman saat ini yaitu 5 point penting yang menjadi Kesepakatan bersama antara pihak Pemerintah Daerah dengan Pihak Keuskupan Pangkal Pinang yang di fasilitasi oleh pihak Kementrian Agama RI agar dapat Kita hormati Dan laksanakan demi terwujudnya Karimun Aman Dan Harmonis. Hms/ Srn