Suararepublik.news – Pembukaan Training Welder Untuk Tamatan SMKN Karimun dan Kundur. Ballroom Saipem Indonesia Karimun Yard, Rabu (28/4/21)

Sambutan dari Pimpinan PT Saipem.

Secara personal dan menejemen kami merasa Welding Training ini sangat penting karena menyangkut susceptibility dari Saipem Indonesia Karimun Yard, dari pengalaman yang sudah di jalani banyak sekali Welder-Welder Karimun yang berubah menjadi Welder yang terbaik, kami pun berharap Welder-Welder ini akan menjadi terbaik di Kepulauan Riau.

Kami juga berterimakasih tentunya kepada Bapak Bupati dan Bapak Kadisnakerin atas segala dukungan untuk seluruh inisiatif yang di lakukan oleh Saipem, karena dengan dukungan-dukungan ini sendiri kita bisa melakukan kerja sama mutual yang berkelanjutan.

Selanjutnya sambutan Kepala Disnakerin Kabupaten Karimun Bapak. Ruffindy Alamsjah, kegiatan ini merupakan program link and max antara Dunia Kerja dan Dunia Pendidikan, di program ini kita ingin menjembatani bagaimana kebutuhan pasar kerja itu bisa di penuhi oleh dunia pendidikan, sehingga dunia pendidikan kita berharap bisa menciptakan lulusan lulusan yang bisa terserap di dunia kerja.

Sambutan Bupati Karimun Bapak. Dr. H. Aunur Rafiq, M.Si, Pemerintah daerah selama ini memang berkomitmen untuk menjaga iklim Investasi, kita bersyukur bahwa untuk iklim investasi dan terjaganya kawasan industri di kabupaten Karimun ini. agar terus bisa bertahan, lapangan pekerjaan bisa terbuka, dan tidak terjadi pemutusan hubungan pekerjaan antara pekerja dan perusahaan, ini harus kita jaga untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi kita. Dan Alhamdulillah Kabupaten Karimun saat ini masih memberikan sumbangan terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri,  dimana Provinsi Kepri minus 3.8% namun kita Kabupaten Karimun plus 3.9%.

Bawha di kawasan industri ini dan untuk kabupaten Karimun jumlah tenaga kerja yang ada 12.015 orang khusus untuk kawasan industri dengan jumlah 14 perusahaan dengan menyerap tenaga kerja sekitar 8.350 dari kompusisi ini yang terbesar adalah PT Saipem yang berjumlah 5.516 tenaga kerja.

Dari jumlah persentase terjadi penurunan yang berapa bulan lalu kita di posisi 63% adalah tenaga kerja lokal namun saat ini terjadi penurunan akibat dari tidak tersedianya tenaga kerja lokal yang di butuh oleh PT. Saipem sehingga di ambil dari berbagai daerah. Dengan harapan adanya program pelatihan ini dapat memenuhi kekosongan tengah kerja lokal yang di butuhkan di PT. Saipem.

Selanjutnya setelah di buka secara resmi oleh Bupati Karimun, Bupati Dan Rombongan mengunjungi welding school lokasi pelatihan Welder.Komhms