Suararepublik.news – Bupati Karimun Bapak. Dr. H. Aunur Rafiq, M.Si, dan Wakil Bupati Karimun Bapak H. Anwar Hasyim, M.Si memimpin Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dalam Rangka Menyikapi Peningkatan Perkembangan COVID-19 di Kabupaten Karimun. Ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Kamis (29/4/21).

Rapat tersebut di hadiri Para Asisten, FKPD Kabupaten Karimun, Kepala Kepala Instansi Vertikal Kabupaten Karimun, Kepala OPD, Kepala Bagian Serta Camat se- Kab. Karimun

Rapat di buka oleh Bupati Karimun dan dilanjutkan dengan Pemaparan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Bpk. Drs. Rachmadi, Apt, M.AP, dalam pemaparannya Kepala Dinkes Kabupaten Karimun menyampaikan beberapa hal, yang pertama,  sampai pada hari ini pasien terkonfirmasi Covid-19 yang sedang di Rawat maupun Isolasi sebanyak 46 orang. Dari tahun 2020 hingga hari ini 29 April 2021 Persentase yang masih positif sekitar 8,2% kemudian yang sudah sembuh yaitu 87%, dan yang meninggal 4,5%.

Kemudian Perbandingan perkecamatan di hitung sejak tahun lalu hingga hari ini, kecamatan Karimun tercatat sebagai terkonfirmasi paling tinggi yaitu 159 orang, kemudian kecamatan meral yaitu 122 orang, kemudian Kecamatan Tebing yaitu 103 orang, Kecamatan Kundur 33 orang, dan kemudian meral Barat 23 orang.

Di lihat melalui grafik sejak tahun 2020, pada bulan Oktober 2020 Mencatat anggka paling tinggi yaitu dalam sebulan mencapai 133 orang kemudian terjadi penurunan hingga Februari dan Maret merupakan titik terendah tetapi mulai Aplir 2021 kembali terjadi peningkatan.

Untuk di ketahui bahwa ada Varian-varian baru Covid-19 yang sudah mulai muncul di Indonesia. Dan Varian yang paling ditakuti yaitu B117 yang banyak memakan korban di India hingga ribuan perhari yang meninggal, untuk di ketahui bahwa untuk penanganan Varian tersbeut kita belum bisa dan harus dikirim ke pusat di Jakarta.

Untuk usaha penanganan COVID-19 ini kita juga sudah melakukan Vaksinasi meskipun masih dalam sekala terbatas di karenakan jumlah vaksin yang sedikit, kita baru bisa melakukan vaksinasi pada petugas kesehatan dan pejabat Publik kemudian Lansia.

Kita juga harus Waspada meskipun Kondisi Kabupaten Karimun dalam Zona Kuning, karena kondisi Rumah sakit kita sangat terbatas dan tenaga kesehatan kita yang juga terbatas, dan daya tampung rumah sakit kita hanya 68 Pasien di seluruh Kabupaten Karimun.

selanjutnya Bupati Karimun memberikan tanggapan, dalam tanggapannya Bupati Karimun menyampaikan, dengan kamampuan kita yang terbatas dan melihat dari kondisi saat ini terjadi peningkatan yang sangat drastis, maka kita perlu mengambil langkah-langkah yang cepat, tepat, tegas, agar tidak terjadi perkembangan yang meningkat sehingga kita akan menghadapi hari raya Idul Fitri dengan kondisi yang sangat Mengkhawatirkan. Melihat kondisi seperti ini kita harus mewaspadai.

Kemudian dari kasus-kasus yang terjadi bahwa pada umumnya adalah bisa pergerakan bukan dari satu klaster tertentu, dan sekrang klaster yang ada sudah merambat di ASN khusus di lingkungan pemerintah Kabupaten Karimun, bahkan sudah ada bebrapa Dinas yang kita liburkan dan hari ini sekretariat daerah sedang dilakukan treking dengan harapan tidak meluas.

Terkait vaksinasi yang sudah kita lakukan, harus kita sama-sama ketahui bahwa vaksin yang kita lakukan tidaklah menjadi jaminan untuk kita terhindar dari Covid-19, vaksin ini hanya meningkatkan Imun tubuh kita tapi tidak membunuh Covid itu sendiri, bahkan di beberapa daerah yang terkena adalah orang orang yang sudah vaksin, itu artinya bagi yang sudah vaksin juga harus hati-hati dan tidak mengabaikan Protokol Kesehatan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah. Kemudian terkait vaksin kita yang terbatas kita akan surati kepada Gubernur untuk penambahan kouta.

Selanjutnya terkait keluar masuk pelabuhan kita akan kembali lakukan pengetatan dengan setiap melakukan perjalanan harus melampirkan surat kesehatan dari puskesmas setempat. Begitu juga yang akan masuk ke Karimun kita akan melakukan pengec