SuaraRepublik.News — Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly mengungkapkan dampak covid-19 telah memukul ekonomi Indonesia, bahkan hal tersebut terjadi bukan hanya di sektor formal tetapi juga di sektor informal.

Salah satu diantaranya yakni, mempengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban angsuran/cicilan ke sektor keuangan. Disamping itu potensi kredit macet dikhawatirkan akan meningkat signifikan, untuk itu penting stimulus bagi pelaku usaha khususnya UMKM.

“Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang baru-baru ini mengeluarkan stimulus sebagai respon terhadap covid-19. Namun masih terdapat Industri yang belum mengimplementasikan kebijakan tersebut,” katanya, kepada SuaraRepublik.News pada Jum’at (27/03/2020).

Legislator Fraksi PKS ini juga menuturkan, bahwa beberapa langkah stimulus restrukturisasi kredit atau pembiayaan tersebut seperti jalan ditempat.

“Penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan, dan konversi kredit atau pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara seharusnya dapat benar-benar membantu jika benar-benar dieksekusi dan diawasi OJK,” tuturnya.

Tak hanya itu, Politisi asal Lampung ini mengkritisi pengawasan OJK dalam rangka mendukung optimalisasi stimulus.

“Saya berharap OJK harus benar-benar mengawal implementasi stimulus tersebut di lapangan, sehingga kondisi pelaku usaha saat ini bisa terbantu,” pungkasnya. (Fitriani).