Jakarta, Agustus , Suara Republik News,Meskipun dana BOS Tahun Anggaran   2021 dapat digunakan secara pleksibel, namun harus prioritas digunakan untuk  memenuhi daftar periksa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Demikian penegasan Setditjen PAUD Kememdikbud Dr. Tora Adikara, baru-baru ini. Dana BOS kata dia harus diprioritaskan sesuai  kebutuhan sekolah, termasuk untuk melengkapi  daftar periksa Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ). Menurutnya ada 12 Komponen  Penggunaan Dana BOS Reguler, antara lain:

 (1) Penerimaan Peserta Didik Baru,(2) Pengembangan Perpustakaan.(3)Pelaksanaan kegiatan Pembelajaran dan ekstrakurikuler,(4)Pelaksanaan Kegiatan asesmen atau evaluasi Pembelajaran,(5)Pelaksanaan Kegiatan sekolah,(6) Pengembangan profesi Pendidik dan tenaga Kependidikan,(7) Pembiayaan langganan Daya,(8) Pemeliharaan  sarana dan prasarana Sekolah,(9)Penyediaan alat Multimedia pembelajaran,(10)Penyelenggaraan  kegiatan  peningkatan kompetensi keahlian,(11).

 Penyelenggaraan kegiatan  dalam mendukung keterserapan  lulusan,(12) Pembayaran Honor. Menurut  Permendibud nomor 8 tahun 2020 tentang juknis bantuan Opersional Sekolah, Dana BOS dibagi menjadi tiga jenis, yaitu BOS Reguler, BOS Kinerja dan BOS Afirmasi. Ketiga jenis BOS tersebut digunakan untuk keperluan yang berbeda-beda. SD.02 Cililitan  menggunkan dana BOS Reguler, yang ditujukan  untuk keperluan Operasional   untuk membeli alat multimedia dan sarana dan prasarana

Dari orang yang layak dipercaya, diperoleh keterangan bahwa  diduga Terdapat mark Up  (penggelembungan ) terhadap pengadaan barang   di Sekolah tersebut antara lain,pembelian kursi diklat,proyektor, laptop, Komputer, dan lain sebagainya, Tetapi Setelah Koranjokowi.com turun  ke SD.02 Cililitan  langsung mengecek barang- barang dimaksud  dan menanyakan langsung  kepada kepala Sekolahnya  Wening  Estiningsih, belum ada, karena pengajuan beberapa waktu lalu belum cair, kata dia. Sayangnya, surat pengajuannya diminta  untuk dicopy, tidak usah pak, ujarnya menutup pembicaraan  (Ring-o)