Suararepublik .news – Pemerintah Kecamatan Pematangsawa Tanggamus berusaha menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) khusus untuk wilayah terisolasi di kecamatan itu.

Beberapa daerah itu Pekon Tampangtua, Tampangmuda, Martanda, Kaurgading, Wayasahan, Tirom, Karangbrak, dan Pekon Telukbrak. Daerah itu yang hanya bisa ditempuh lewat  jalur laut.

Camat Pematangsawa, bersama Sekretaris  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) berkoordinasi dengan kepala unit Bank BRI Sukaraja Semaka untuk skema penyaluran dana bantuan tersebut secara tunai. Kamis (12/6).

Kepada Suararepublik, Camat Agus Somad mengatakan, ini sesuai dengan permohonan Bupati Tanggamus Dewi Handajani kepada perwakilan cabang Bank BRI Pringsewu pada saat peluncuran penyaluran BLT DD beberapa waktu lalu.

Camat meminta kepada Unit Bank BRI Sukaraja, khusus untuk 8 pekon yang terisolasi tersebut, untuk dibedakan skema penyalurannya, yaitu dilakukan dengan tunai.

“Delapan pekon tersebut tidak memiliki sinyal untuk BRI Link. Tidak memungkinkan jika dilakukan seperti wilayah lainnya,” kata dia.Ditambahkannya, dari hasil koordinasi tersebut, Kepala Unit Bank BRI Sukaraja Tri Haryanto menyambut baik gagasan tersebut.

Menurutnya, sampai hari ini mereka sedang menginfut data nasabah yang akan menerima BLT DD tersebut. Setelah selesai, segera dilaksanakan penyaluran.Menurut Agus Somad, atas arahan Bank BRI Sukaraja, skema penyalurannya dibagi dua tahap.

Pertama penyerahan buku rekening kepada nasabah dan penandatanganan surat pengambilan dana di Bank BRI.Kemudian petugas Bank BRI melakukan penarikan dana sesuai yang ada di rekening nasabah.Tahap kedua adalah penyampaian dana BLT DD kepada nasabah.

Sekretaris Dinas PMD Tanggamus, Suyanto, meminta agar Bank BRI bekerja cepat menyelesaikan data para nasabah.Menurutnya ini sudah melampaui waktu yang ditentukan oleh Presiden Jokowi, yaitu akhir Mei lalu harus sudah terealisasi.

“Kami memakluminya karena semuanya membutuhkan proses. Juga SOP yang harus dijalani oleh pihak BRI. Saya juga berharap agar masyarakat bisa memaklumi keterlambatan ini,” kata dia, (Suhaili)