Tangerang, Suararepublik.news – Bentrok dua ormas yang terjadi di depan gerbang kec pinang pada jum’at pagi 07- AGUSTUS-2020 seharusnya tidak perlu terjadi.

Pemicu terjadinya bentrok disebabkan pihak yang kalah tidak terima atas eksekusi pengosongan lahan seluas 45 Ha. Di BLOK A. 33 Kelurahan kunciran jaya dan cipete Kec. Pinang kota Tangerang.

Eksekusi yang di pimpin panitera dari pengadilan negeri Tangerang ditentang keras oleh pihak yang kalah dengan menyewa organisasi massa.

 Lahan yang terdiri dari sembilan sertifikat hak guna bangunan dengan pemohon DARMAWAN dan termohon PT.TANGERANG MATRA REAL ESTATE. dan hasil putusan pengadilan di MENANGKAN OLEH PIHAK DARMAWAN atau PT.TRI PATRIA BAHUGA.

Pada pukul 10.00 wib panitera penganti tetap membacakan surat eksekusi meskipun pengamanan dari pihak kepolisi sangat sedikit jumlahnya.

Saat di konfirmasi awak media suara republik news, TONI BABE  selaku kordinator lapangan ( korlap ) PT.T.P.B menyatakan bahwa ” Saya datang turun ke lapangan dengan tim PT.T.P.B bukan untuk BERPERANG, kami hanya berkerja memasang plang dan patok,seharusnya tidak perlu ada BENTROK dan keributan, silakan saja ajukan keberatan kepada pengadilan negeri Tangerang.

Terjadinya bentrok karna miskomunikasi di antara dua belah pihak dikarnakan aparat terkait kurangtanggap dan sigap. 

Pihak ahli waris / DARMAWAN sudah menyerahkan sepenuhnya ke pihak P N Tangerang, kita tidak bisa INTERPENSI ke Polres,Polsek,Kodim,Koramil dan Intansi terkait lainnya. Kalau aparat tanggap dan sigap tidak mungkin terjadi bentrok di lapangan “.

TONI BABE selaku korlap menambahkan ” Dengan lambatnya kehadiran “”APARAT TERKAIT PATUT DIDUGA ADANYA MASUK ANGIN PUTING BELIUNG”” (ADA OKNUM APARAT YANG MENE

RIMA SUAP ). Dari pihak yang kalah / PT TANGERANG MATRA REAL ESTATE “.

“Bila saja pengamanan dan keamanan Koperatif dan responsif cepat tanggap ,saya rasa tidak perlu ada korban luka dari pihak kami. Bahkan sampai terjadi bentrok.

Sampai ada isu yang berkembang di masyarakat BAHWA RUMAH WARGA YANG AKAN DI HANCURKAN OLEH KAMI,kalaupun mereka pihak yang kalah/PT T.M.R.E  

tidak puas silakan mereka gugat kami ke P N Tangerang “JANGAN BERBUAT ANARKIS “.

Di akhir wawancara TONI BABE menegaskan ” Walaupun langit runtuh hukum tetap harus ditegakkan” . pungkasnya.

( ILHAM / YUNI & TIM  

  REDAKSI ).