( REZKI RUBBBISALAM S.Mb)

Bendahara Umum DPC LSM Kompak

Karawang – Suara Republik.News – Mengenai ramai nya pemberitaan Puskesmas Tirta Jaya yang membuang limbah medis sembarangan Bendahara Umum DPC LSM KOMPAK Rezki Rubbisalam S.Mb angkat bicara “ pada dasar nya setiap puskesmas memiliki SOP ( standard operating procedure) dalam pengelolaan limbah medis atau B3 khususnya yang bersifat infeksius yang mengacu pada ketentuan peraturan pemerintah  RI nomor 101  Tahun 2004 tentang pengelolaan limbah B3 ,dan peraturan mentri Lingkungan Hidup dan kehutanan RI nomor : P.56/menlhk setjen/2015 tentang tata cara dan persyaratan teknis pengelolaan limbah bahan berbahaya “ ujar Rezki kepada wartawan Suara Republik.News

Rezki meyakini ini merupakan suatu human error yang terjadi pada Fasilitas Kesehatan (FASKES) saja, ada nya isu puskesmas tersebut yang membakar limbah medis itu merupakan berita HOAX karena pada saat ditemukannya Barang Bukti (BB) lokasi bekas pembakaran sampah merupakan limbah dari sampah Rumah Tangga BUKAN sampah Medis.

” kalo memang ada pembakaran sampah medis warga pasti sudah lama protes dan tidak akan ada pembiaran, logika dan akal sehat nya di pakai kalo menurut saya  !! ,jadi pemberitaan itu harus logis dan aktual” Ungkap nya

Tambah nya lagi Rezki menyebutkan bahwa pada saat di temukan nya Barang Bukti (BB) tersebut penemu BB tidak langsang meminta konfirmasi atau tanggapan pada pihak Puskesmas dan hanya berdalih Barang Bukti (BB) tersebut sengaja di buang begitu saja oleh pihak Puskesmas.

” menurut saya hal seperti itu tidak perlu di besar2 kan, karna di masa pandemi ini merekalah pahlawan kita ,mereka garda terdepan dalam menghadapi COVID 19 ini, pepatah 1000 kebaikan akan hilang oleh satu kesalahan ya ini, lebih banyak lagi jasa mereka, Di pandemi ini belum berakhir jadi kalu belum bisa kasih mereka reward setidaknya suport para tenaga kesehatan (NAKES). Jelasnya

“ Dan DLHK pun harus ikut peran dalam hal ini, apa sudah melakukan yang namanya “monitoring in solid medical waste” ?? Lebih baik cari solusi bukan saling menyalahkan ,mungkin dalam waktu dekat kita akan sambangi DLHK terutama bidang WASDAL apakah sudah melakukan penyuluhan terkait hal ini”. Tanyanya (HERI.S)