Suararepublik.news – Tangkot, Pesatnya pembangunan di Kota Tangerang   bak jamur di musim hujan ironisnya, semua bangunan yang berdiri menabrak Peraturan  Daerah Kota Tangerang Nomor 17 Tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu

tentang Izin Mendirikan Bangunan. Gedung  dan Rencana Tata Ruang Wilayah.

    Seperti penyelenggara  bangunan gudang konstruksi  baja super Jumbo di Jalan Daan Mogot Kelurahan Batu Ceper Kecamatan Batu Ceper Kota Tangerang.

   Proses pembangunan fisik  sudah berjalan 38 % di lapangan tetapi izin mendirikan bangunan tidak ada.

    hal ini menjadi preseden  buruk bagi penegakan Peraturan Daerah ( Perda ) dan Pendapatan Asli Daerah Kota Tangerang  ungkap Herman warga sekitar mengatakan kepada Reaksi Rabu ( 4- 11- 2020 ) .

      ” Pembangunan Gudang itu akan  berdampak pada warga sekitarnya, karena lahan itu merupakan resapan air untuk lingkungan  sekitarnya.

Kami meminta penegak hukum menindak tegas oknum yang membekingi bangunan  gudang konstruksi baja dan menghentikan pekerjaan proyek tersebut. bila dibiarkan  akan timbul dampak yang merugikan Pendapatan Asli Daerah dan masyarakat setempat,

    Kami sebagai masyarakat berinisiatif mengawasi pembangunan proyek  karena Undang-Undang memberikan hak gugat kepada masyarakat  atas pembangunan konstruksi  gudang konstruksi baja tersebut .”ungkapnya

    Menyikapi hal ini  Umar Gaga pemerhati pembangunan Kota Tangerang mengatakan ,”  Pemerintah Kota Tangerang kurang tegas menindak bamgunan liar,  IMB merupakan alat kontrol pemerintah atas Rencana Tata Ruang Wilayah  serta potensi penyalahgunaan bangunan dan acuan penentuan pajak untuk retribusi daerah. Bila resapan terus menyusut  Kota Tangerang berganti hutan beton bencana banjir akan menjadi momok bagi masyarakat yang tidak terselesaikan. Untuk

penanggulangannya  adalah tindakan tegas menegakkan Peraturan  Daerah .ungkapnya

      Herman berharap ,Pemerintah  Kota Tangerang jangan berorientasi kepada  pengusaha tetapi harus mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan orang banyak.Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di daerah itu harus dikaji ulang , keberadaan  proyek gudang konstruksi baja tersebut selain mengancam kelestarian lingkungan hidup juga kelangsungan kehidupan manusia di sekitarnya.”

      Yopy tokoh pemuda Batu Ceper menambahkan,” Saya berharap i HUT  Kota Tangerang ke 27 Tahun ini menjadi titik balik seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun kota. Menumbuh kembangkan ide-ide kreatif, inovatif

dan lebih cermat  dalam mengawasi setiap pembangunan .

    Karena Amdal merupakan instrumen untuk melengkapi aspek ekologi dan sosial dalam suatu pembangunan. Tanpa Amdal, izin pembangunan akan menjadi tidak spesifik detailnya, karena Dampak pembangunan  terhadap lingkungan harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Tangerang .Karena sudah banyak wilayah di Kota Tangerang, menjadi rentan dengan bencana alam seiring dengan lingkungan yang semakin rusak.

    Dampaknya,kita mengalami kerugian ekonomi ketika perusakan lingkungan terjadi dan kerugian ekonomi yang ditanggung  Pemerintah Kota Tangerang semakin besar.ungkapnya mengakhiri.* JON/team