Jakarta, Suararepublik.news – Arab Saudi tak lagi mengharamkan warganya untuk merayakan hari valentine seperti tahun-tahun sebelumya. Komisi Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan (CPVPV) untuk wilayah Mekkah menetapkan Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Berbeda dengan Arab Saudi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan perayaan lebih baik ditinggalkan. Alasannya, banyak cara perayaan valentine yang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Masalah dalam valentines day karena banyak dari ajaran agama yang ditabrak dan itu jelas tidak baik dan tidak benar. Oleh karena itu dalam Islam ada qaidah dar’ul mafasid muwoddam ‘ala jalbil mashalih. Meninggalkan kemafsadatan harus didahulukan dari mengambil kemaslahatan. Oleh karena itu meninggalkan valentines day jauh lebih baik dari melakukannya,” kata Sekjan MUI, Anwar Abbas saat dihubungi, Jumat (14/2/2020) malam.(mt)