Nias Selatan, suararepublik.news – proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nias Selatan, telah memasuki pertengahan bulan Maret tahun 2021 tampak masih belum rampung bertempat di Desa Hilana,a Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan.

Pembangunan RSUD tersebut, di kerjakan oleh PT. Maju Gemilang mandiri dengan konsultan pengawas PT.Transima Citra Indo Consultan.

Tertera di papan palang proyek Pekerjaan ini dengan nomor kontrak  640/KONTRAK/PPK-01/DINKES/2020 dengan nilai kontrak Rp 48.533.585.083.Sesuai papan palang kontrak 170 hari Kalender, pekerjaan ini di mulai pada Bulan Juli Tahun 2020.

Sebelumnya awak media mencoba telusuri di lapangan pihak pengawas, PPK maupun kontraktornya tidak ada di tempat, dan  mencoba menanyakan kepada salah satu pekerja yang tidak bisa di sebutkan identitasnya tersebut menjelaskan  “untuk soal Pengawas dan kontraktor nya kami tidak tau Pak, .”tuturnya.Selasa (02/03/2021).

Berdasarkan pantauan suararepublik.news di lokasi proyek, Kamis (11/03/2021) para pekerja sedang bekerja untuk menyelesaikan pembangunan RSUD tersebut.

Salah seorang Pekerja yang tidak bisa disebutkan identitasnya juga mengungkapkan, bahwa sampai saat ini proyek pembangunan RSUD Nias Selatan tersebut sedang berlanjut.

“Itu proyeknya semuanya masih wewenang Dinas Kesehatan. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi Dinas Kesehatan,” tutur Pekerja.

Saat di temui oleh awak media kepada pihak Kontraktor bangunan yang bernama Bayu Ambarawa di kantor Menyampaikan “Bangunan itu belum selesai masih dalam tahap pengerjaan dan mendapatkan kompensasi tambahan waktu pengerjaan Tiga Bulan Sedikit”, jelas Bayu sebagai pihak Kontraktor. Kamis (11/03/2021).

Untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas suararepublik.news mencoba mengkonfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Nias Selatan. Selasa (16/03/2021)

Melalui wawancara dari beberapa wartawan di ruang kerjanya Ranueli Bu’ulolo.

“Pelaksanaan 170 hari, beberapa faktor karena penataan lahan, bencana alam jembatan putus maka bahan material terkendala masuk lapangan pembangunan. Ditambah curah hujan yang sangat tinggi, disaat hujan terjadi longsor 4 kali dalam pengerjaan pondasi,” jelas Ranueli Bu’ulolo sebagai PPK.

Ranueli Bu’ulolo menyampaikan, hal itu di cantumkan dalam satu alasan, setelah dilakukan analisis dan mengundang ahli kontraktor LKPP pada bulan Desember dilaksanakan analisa, hal itu kita satukan dalam satu berita acara kita kategorikan adalah dalam kadang Kahar yg wajib pemerintah dalam hal ini PPK memberikan kompensasi waktu kepada pihak kontraktor selama 105 hari jadi totalnya semua 275 hari pengerjaan.

“kendala yang ada di pembangunan, Ranueli Bu’ulolo menyampaikan, dalam hal ini kita sudah menyampaikan kepada BPK kemarin, tidak ada permasalahan dan BPK sudah tinjauan langsung lapangan bahkan bukti-bukti juga sudah di periksa mereka,” ucapnya.

Ranueli Bu’ulolo membenarkan, Masalah dinding retak memang jelas kita sudah juga lihat, perlu kita pahami bahwa retak itu bukan dlm kategori gagal struktur tetapi masih tergolong masterplan, jdi itu masih bisa di perbaiki klau struktur yg retak itu bahaya artinya kita bisa harus stop.

“Klau struktur yg retak itu bahaya artinya kita bisa harus stop, tetap itu terbebani kepada kontraktor untuk memperbaiki, bahan material sudah di uji lewat lab,” tegasnya.

Anggaran 48.533.575.083 Milyar itu, “Perlu dulu kita ketahui itu bukan seluruhnya masuk ke fisik artinya ada pajak, jadi klau bersihnya itu kurang lebih 44 M, karena yg selebihnya masuk kenegara. Ada tiga pembagian dari pada anggaran pekerjaan itu untuk Struktur kurang lebih 30%, Architecture 40%, Finishing 30%. Terkait lahan pembangunan RSUD Nias Selatan itu Hibah”, tambahnya Ranueli Bu’ulolo.

Proyek pembangunan RSUD Nias Selatan yang masih tahap pengerjaan

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Nias Selatan dr. Henny Duha, berharap semoga pekerjaan pembangunan itu segera selesai dan bermanfaat hingga dapat digunakan untuk keperluan masyarakat.