Gunungsitoli-www.Suararepublik.news – Program pemerintah untuk pembangunan desa melalui program Anggaran ADD/DD yang diberikan ke desa yang jumlahnya cukup fantastis besar. Berkat program pemerintah tersebut dapat menggairahkan ekonomi masyarakat desa terlebih soal pembangunan sarana dan prasarana di desa untuk lebih baik lagi.

Namun hal lain berbeda dengan pelaksanaan pengelolaan ADD/DD Desa Sifalaete Ulu Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli. Saat Tim Media dari Media Online Metro 88.com berkunjung di desa tersebut ditemukan bangunan jamban atau toilet yang sumber anggarannya dari ADD/DD tahun 2020, dimana bangunan fisiknya mirip kuburan yang mana kamar penutup dan bak penampung air tidak ada sama sekali. Kemudian diketahui anggaran pembangunan jambanisasi tersebut khusus desa Sifalaete Ulu yang nomenklaturnya terdapat di sistem informasi desa berkisar 500 juta lebih.

Kepala Desa Sifalaete Ulu Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli Syukur Niaman Telaumbanua mengatakan kepada awak media di Kantor Desa Sifalaete Ulu pada Jumat, 21/05/2021 bahwa pembangunan itu dilakukan atas kesepakatan lembaga yang ada di desa serta hasil musyawarah antar perangkat dan BPD Desa.

Dia menambahkan bahwa hal tersebut dilaksanaan berdasarkan kesepakatan bersama, bahkan itu sudah menjadi peraturan desa. Jadi tidak ada masalah karena semua pihak sudah setuju dan lagian tidak ada pihak yang keberatan, ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat FT di Kecamatan Gunungsitoli menyesali perkataan Kepala Desa tersebut dan mengatakan bahwa tidak mungkin hal tersebut terjadi dan disepakati oleh pihak lembaga yang ada didesa. Setau saya bahwa pembangunan toilet atau MCK didesa dilakukan hingga pembangunan selesai, karena mengingat hal ini menjadi kebutuhan mendesak di desa bahkan setiap keluarga.

Dia menambahkan, hal ini bisa terjadi karena salah perencanaan dari awal sehingga pembangunannya begini, siapa yang berani menggunakan toilet seperti ini, hanya anak TK atau SD saja yang bisa menggunakannya. Jadi kami minta kepada Kepala Desa ,perangkat desa dan TPK untuk tidak memperlakukan kami sebagai anak – anak. Kami sangat sesali hal ini bisa terjadi dan kami harapkan kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam hal ini Inspektorat Kota Gunungsitoli mengaudit anggaran ADD/DD yang sudah dipakai sebelumnya karena terindikasi korupsi. “Silahkan seret segera oknum Kades, aparat dan TPK nya ke penegak hukum, anggaran ADD/DD tersebut bukan untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri oknum tertentu namun itu untuk pemberdayaan masyarakat desa” cetusnya dengan tegas.

Sampai berita ini diturunkan, diketahui bahwa bangunan toilet yang sudah terbangun didesa untuk masyarakat desa Sifalaete Ulu diperkirakan jumlahnya puluhan unit yang sumber anggarannya dari ADD/DD tahun 2020.

(TIM)