Suararepublik.news – Alumni Mahasiswa Polmed dari bantuan Beasiswa dari Program Dana Community Development (CD) Kabupaten Karimun mengeluh tidak ada di perhatikan oleh Pemerintah setempat untuk persaingan dunia kerja saat ini.

Tengku Arif Lukman Hakim (28), salah satu Alumni  Mahasiswa, mengatakan saya lulusan Diploma (D3) yang mendapatkan Beasiswa dari Program Dana CD perlu adanya di perhatikan oleh pemerintah setempat untuk anak tempatan lapangan dunia kerja di Kabupaten Karimun.

Lanjutnya lagi, yang mendapatkan Program DC ada sekitar 20 orang buat anak Kabupaten yang telah tamat untuk menyelesaikan kuliah dari Program Dana C D yang berdasarkan Pasal 74 UU No. 40. Tahun 2007, Perbub No. 13 Tahun 2008, UU No. 4 Tahun 2009pasal 95 poin d.

Saya mewakili dari teman-teman seangkatan yang tamat Tahun 2013 silam memerlukan wadah atau tempat kami bisa menyampaikan keluh kesah kami semua untuk dunia kerja yang ada di Kabupaten Karimun ini bisa menampung kami setelah tamat di beberapa tahun silam dan buat mahasiswa yang juga baru tamat,” harapnya Arif kepada wartawan, Selasa (9/6/20).

Tambahnya, supaya yang seperti kami yang telah tamat atau baru tamat bisa mengecap dunia kerja supaya kami tidak terlalu lama mengganggur dan bisa menyalurkan bakat kami yang di dapat di bangku kuliah ini.

Saya berpikir dengan situasi dunia kerja saat ini yang saya lihat dan hadapi atau saya rasakan mengacu kepada prinsip nepotisme, karena dalam prakteknya suatu penerimaan kerja yang mengandalkan orang dalam perusahaan,”ungkap Arif.

Saya berharap dengan situasi ini mengharap Pemerintah Daerah setempat harus turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Supaya anak tempatan bisa mendapatkan lapangan kerja sesuai dengan jurusan dan skill masing-masing.

Yang mendapatkan bantuan Program Dana CD ini merupakan kompensasi yang di berikan perusahaan tambang yang ada di Kabupaten Karimun bagi masyarakat sekitar yang terdampak,” terang arif

Tetapi ilmu yang kami cap di bangku kuliah tidak bisa di implementasikan, makin lama kami mengganggur lambat lain ilmu yang kami dapat akan hilang sia-sia.

Dari situlah kami takut buat kedepannya kalau didiamkan akibatnya membuat  generasi selanjutnya akan ragu untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi karna tidak ada nya perhatian dari pemerintah daerah dan kalah terhadap tindakan nepotisme,”tutup Arif. Red