Gunungsitoli, suararepublik.news — Indonesia diprediksi  akan mengalami masa bonus demografi,  yakni jumlah

penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak  produktif. Pada periode tersebut, penduduk  usia produktif diprediksi  mencapai 64 persen dari  total jumlah  penduduk yang diproyeksikan sebesar  297 juta jiwa.

Agar Indonesia  dapat memetik manfaat

maksimal  dari bonus  demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi

dengan  peningkatan  kualitas  dari sisi pendidikan  dan keterampilan, termasuk kaitannya  dalam menghadapi

keterbukaan pasar tenaga kerja.

Untuk menjawab peluang dan tantangan tersebut, peningkatan kualitas SDM tentu menjadi hal yang krusial. Sebab melihat dari sisi penawaran angkatan kerja yang tinggi, maka kompetisi akan semakin meningkat. Jika sisi permintaan tidak berubah, justru yang terjadi adalah penalti demografi. Di samping itu, revolusi industri 4.0 pun akan menuntut kualitas dan kapasitas SDM yang lebih tinggi.

Yaredi Waruwu (YW) tokoh pemuda Kepulauan Nias mendorong dan mengusulkan kepada kepala daerah terpilih yang direncanakan akan dilantik pada bulan April 2021 mendatang agar segera melakukan terobosan kebijakan dan memanfaatkan peluang bonus demografi yang sedang melanda Indonesia saat ini.

Misalnya, meminta kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk diwujudkan Balai Latihan Kerja (BLK) berstandar nasional hadir di Kepulauan Nias. Tidak hanya itu saja, Enterpreneur Center atau pusat pendidikan kewirausahaan.

Baik BLK dan pusat pendidikan kewirausahaan sangat penting, mendesak dan strategis fungsi dan manfaatnya untuk melatih para generasi milenial untuk siap kerja dan merintis usaha dalam bidang UMKM. Karena melalui Direktorat Jenderal Pembinaan  Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans sedang digalakkan pengadaan BLK di seluruh Indonesia.

Sehingga, sumber daya manusia Kepulauan Nias kedepan bisa bersaing di pasar kerja nasional dan internasional dengan sertifikasi tertentu yg difasilitasi oleh pemerintah melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), tutur Yaredi Waruwu (YW) di Jakarta, (Senin,22/03/2021).

Semoga harapan masyarakat kepulauan Nias ini bisa menjadi pertimbangan baik dan perhatian baik di tingkat pemerintahan kabupaten/kota, pemerintahan provinsi hingga ke pemerintahan pusat.

(Yaatulo Gea)