Suararepublik.news – KOTAAGUNG Sosialisasi Penerimaan Bantuan Asistensi Penyandang Disabilitas (ASPD) binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Alamanda Tanggamus, di kantor LKS Alamanda Pekon Gisting Atas Kecamatan Gisting. Senin 2/12/2019.

Dalam sambutannya pembina LKS Alamanda Roswati Purwantari M.Pd menjelaskan, ditahun 2019 ini sebanyak 73 penyandang disabilitas binaan LKS Alamanda Tanggamus mendapatkan bantuan dari Kementrian Sosial.

Ia mengatakan, kegunaan bantuan ini bukan untuk beli baju ataupun beras, pengunaannya sudah diatur yaitu, Dukungan trapi, dukungan kesehatan, atau yang berkaitan dengan kebutuhan mereka, terangnya.

Kepada Suararepubliknews Purwantari M.Pd mengatakan, ini acara soaialisasi penerima bantuan Asistensi Penyandang Disabilitas binaan LKS Alamanda. Agar orang tua penerima tidak menyalah gunakan dana tersebut. Adapun kegunaan bantuan tersebut yaitu, untuk kebutuhan Nutrisi, Gizi, Vitamin, Kesehatan dan Terapi.

Menurutnya, kalau kebutuhan tadi sudah terpenuhi, kalau ia mau beli alat bantu misalkan Kursi Roda diperbolehkan. Ia mengatakan, bantuan ini yang pertama kalinya, mudah-mudahan tahun depan bertambah lagi penerimanya, dan itu akan kita upayakan.

“Untuk penerimanya, ada dari Kecamatan Air Naningan. Kotaagung. Gisting. Pugung. dan Talang Padang. Itu adalah binaan LKS Alamanda yang sudah berhasil diinput Sistem Penyandang Disabilitas (SIMPD),” jelasnya.

Ditambahkannya, selain acara sosialisasi ini, juga menampilkan karya anak binaan kami yang sudah melakukan PBK, karya mereka ditampilkan lewat Fashion Show. Dan yang tadi mereka tampilkan adalah hasil karya mereka sendiri, dan untuk yang susah belajar Fashion Show tadi besok akan kita bawa ke HDI Provinsi Lampung yang akan diadakan diunila, mereka diminta menampilkannya disana, tutupnya.

Dilain pihak, Sahri Abidin tim Rehabilitasi LKS Alamanda dari RSU Prinsewu menjelaskan, saya dipanggil untuk melakukan tindakan Fisioterapi, yang sudah kita lakukan kepada Lansia, keluhannya diantaranya, pingang dan leher sakit, struk, rematik lutut.

Kalau untuk anak-anak ini kebanyakan ganguan tumbuh kembang, misalnya umur 5 tahun belum bisa jalan, Pola Jalan, Kaki Bengkok, ganguan Intelegensi, dan Daun Sindrum atau Kromosom yang mukanya semuanya hampir sama, biasanya IQnya rendah. Tapi dengan kita motipasi dan latih, asal bisa dirangsang mungkin bisa dia berobat, dan untuk terapinya harus rutin, katanya.

“Untuk obat-obatan saya tidak berkecimpung disitu, saya hanya merekomendasikan alat bantu, misalnya alat bantu jalan, alat bantu untuk mereposisi angota tubuh yang tidak normal,” ucapnya. ( Suahaili )