Suararepublik.news Tulungagung 13/09/2021,, – Penolakan terhadap kenaikan tarif pengguna hippam sumber songo yang mencapai 120 persen terus dilakukan oleh warga yang menjadi pelanggan di wilayah kecamatan Tanggunggunung.Meskipun sudah beberapa kali diadakan musyawarah dan belum mendapatkan kesepakatan apapun tapi pihak pengurus hippam tetap bersikukuh untuk menaikkannya.

Bahkan dalam musyawarah yang dilakukan di pendopo kecamatan Tanggunggunung dengan mengundang perwakilan dari 6 desa untuk membahas hal tersebut sempat sedikit alot sebelum akhirnya pengurus hippam menyetujui permintaan warga untuk menurunkan tarif.
Dasar penentuan kenaikan tarif tersebut dijelaskan oleh Sujito sebagai ketua Bapel (Badan pelaksana) pada saat pembukaan awal acara tersebut.

“Kurang lebih sejak tiga bulan yang lalu saya ditunjuk sebagai Badan pelaksana,yang mana kondisi Hippam sumber songo sangat memprihatinkan ada 2 mesin pompa air dalam kondisi rusak.Terlebih yang kita layani sebanyak 4132 pelangan karena ada beberapa yang pindah ke Pamsimas apalagi sisa keuangan yang ada hanya Rp.3.400.000,00 ditambah adanya Hutang sebesar Rp.87.000.000,00 (Delapan puluh tujuh juta rupiah).Selain itu juga beban biaya untuk pembayaran listrik sekitar seratus Lima belas juta rupiah per bulan,sehingga dalam setiap bulannya rata – rata biaya pengeluarannya kita minus sekitar 18 juta
“,jelas Sujito

Beberapa warga terlihat antusias menyampaikan keberatannya ketika sesi tanya jawab.

“Kami selaku perwakilan dari desa ngepoh merasa terbebani dengan kenaikan yang dilakukan secara sepihak oleh Bapel,atas berbagai aduan masyarakat.Terlebih kami para kepala desa Saat Bamus ketika diundang pada musyawarah sebelumnya bukan untuk mencari solusi terbaik melainkan untuk menyepakati draf kenaikan tarif yang disitu jelas tanpa ada toleransi atau tanpa pertimbangan,padahal tanpa harus menaikan draf sedemikian rupa seperti yang di sodorkan oleh Bapel kami merasa dengan draf dari kami ataupun dari Tanggunggunung itupun hippam akan tetap berjalan,apalagi ketika kami melakukan usulanpun tidak dianggap oleh Bapel,akhirnya membalikan fakta bahwa kami yang di undang saat Bamus yang seakan mengiyakan draf dari Bapel”,Tegas Sunaryo

Bahkan perwakilan dari desa ngrejo semakin mempertegas penyataan dari Sunaryo.

“Teruntuk pengurus Hippam tolong jangan mengatakan bahwasanya hippam sedang dan bangkrut,Saya mengharapkan tutuplah buku yang dulu.Namun jika Bapel tetap mengatakan itu kami juga menuntut kenapa dulu tidak ada LPJ..??tentunya jika tahun – tahun kemarin ada LPJ Hippam tidak akan sakit seperti saay ini,pelangan pasti bertanya kenapa kenaikan tarif dilakukan secara mendadak,dan saldo sampai tidak ada,uang hippam dikemanakan.Untuk Bapel dan Bamus saya perlu mengingatkan Setatus Sumber songo secara administrasi berada di Wilayah Desa Ngepoh maka jangan menghilangkan Nama ‘Desa Ngepoh’ di surat menyurat ataupun hal lainnya yang berkaitan dengan Hippam sumber songo”.ungkap Sujarwo

Usulan demi usulan terlontar terkait Seperti apakah sistem dari Bapel,serta penolakan kenaikan tarif yang pada season terakir oleh Agus selaku ketua Bamus ditutup dengan membacakan Hasil akhir,”Jika semua menolak dengan tarif baru dan menyetujui dengan draf yang di ajukan oleh Desa Ngepoh serta warga Tanggunggunung maka kami akan mempertimbangkannya,Mungkin akan kami adakan Bamus kembali dalam waktu dekat dengan penurunan Tarif”.pungkas….Yps/Kbt