SuaraRepublikNews.co, MALUKU – Sebanyak 29 orang dengan hasil Non Reaktif, dilakukan pemeriksaan Rapid Test, di desa Seit Kecamatan Teluk Kaiely, Kamis (11/6/2020).

Rapit Test yang dilakukan tersebut, merupakan tindak lanjut pemeriksaan terhadap orang-orang yang diduga kontak dengan primer.

Kepala Puskesmas Kecamatan Teluk Kaiely, Budi Wendra,  menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari adanya kasus positif PCR yang beralamat di desa Seith Kecamatan Teluk Kaiely.  

“Kegiatan tracking tersebut dimulai dengan melakukan pendataan kontak lebih awal dengan pasien positif, selama pasien tersebut berada di Desa seith. Seperti di ketahui bahwa pasien tersebut merupakan pasien dengan Rapid Test  Reaktif di Ambon yang sejak tanggal 20 Mei 2020 yang berada di desa Seith dan pada tanggal 3 Juni 2020 di lakukan pengambilan specimen swab olah tim gugus tugas corvid-19 untuk pemeriksaan PCR , dengan hasil PCR Positif,” jelas Budi.

“Hari ini, 11 Juni 2020, telah dilakukan pemeriksaan Rapid Test terhadap 29 orang dengan hasil Non Reaktif. Dalam pelaksanaannya, Alhamdulillah lancar dengan respon baik dari masyarakat  dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Kaiely juga tim gustu corvid-19kabupaten buru tersebut melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Tim Relawan Desa Seith Sendiri,” kata Budi.

Tim gustu corvid-19 kabupaten buru(Nani rahim),mengatakan adapun masyarakat saat ini memang mulai antipati dengan pemeriksaan Rapid Test. Banyak juga yang menolak bukan hanya di Desa Seith, namun hampir sebagian besar disemua  desa. 

“Saat didatangi petugas Covid-19, semua masyarakat menghilang atau menghindari dan menolak untuk diperiksah oleh tim Covid-19, karena sebagian besar takut terinfeksi corona dan mereka takut namanya akan viral di mana-mana,”pungkas Budi.

Laporan : Idris Wael