Nias Selatan, suararepublik.news – pelaksanaan proyek Preservasi jalan Nasional menuai kritikan dari berbagai lapisan Masyarakat dikepulauan Nias, Kritikan masyarakat Nias yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati pembangunan Kepulauan Nias (AMSP2-KN) ini diawali dengan melihat kondisi dan kwalitas pelaksanaan proyek Preservasi jalan dimaksud diduga asal jadi alias bobrok

Menyikapi hal tersebut,Ketua DPD LSM Gempita Nias Selatan “Abdul Rahman” menyampaikan kepada wartawan ini bahwa ” proyek Preservasi jalan Nasional itu biayanya  sangat besar, untuk tahun ini senilai kurang lebih 17 miliyar,yang bersumber dari APBN dimana sebagian diambil dari pajak masyarakat.ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya telah menelusuri ruas  jalan nasional Gunungsitoli-teluk dalam yang dikerjakan oleh rekanan dibawah kontrol PPK 3.5 kepulauan nias, sungguh di sayangkan,banyak yang pengerjaannya asal jadi.harapan kami pada pekerjaan proyek yang bobrok harus dibongkar dan diperbaiki ulang”.tegasnya.

Kami minta kepada kepada Kepala B2PJN Sumut serta Satker wilayah kepulauan Nias segera turun dilokasi bersama aliansi masyarakat,biar langsung tau kondisi proyek yang sesungguhnya,jangan menunggu laporan pekerjaan diatas meja saja, padahal pekerjaan dilapangan amburadul.

Lanjutnya lagi, mengatakan ” kami lihat baru-baru ini ada sekelompok masyarakat yang menyampaikan agar ada penambahan anggaran dalam proyek Preservasi jalan Nasional itu, dan hal itu perlu kami sampaikan bahwa hal itu sudah berlebihan,jangankan ditambah lagi anggaran,sedangkan anggaran yang sedang berjalan saja sangat tidak sesuai apa yang diharapkan,,boro-boro ditambah anggaran.spontan ketawak yang hadir ..hahahaha

Kemudian Abdul menyampaikan “jika hal itu ditambah ini muncul pertanyaan besar, ada apa dibalik ini semua??? Ia-nya juga meminta  agar B2PJN Sumut benar-benar serius menanggapi kasus ini,Ia-nya berharap agar pihak terkait tidak pandang sebelah mata keluahan dan aspirasi masyarakat.

Pihaknya juga menyampaikan agar seluruh elemen masyarakat bergandeng tangan dalam mengusut masalah proyek ini,karena peruntukannya untuk kepentingan masyarakat banyak dan bukan kepentingan kelompok atau pribadi.ungkapnya dengan tegas.(Ed)