Asahan, SRN – Polres Asahan berhasil meringkus tersangka pembunuh Khairil Anwar, yang tak lain merupakan anak kandung korban sendiri.

IS (27) diringkus tim yang dipimpin langsung Kanit Jahtanras Iptu Moelyoto SH, saat berada di rumah korban, sekira pukul 16.45 Wib.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, pelaku mengaku tega menghabisi ayahnya, dikarenakan hanya disebut anak tidak berguna.

“Dibilang ayah pula aku anak gak berguna. Padahal selama ini aku yang mengurus dia, emosilah aku, langsung kupukul bang,” ungkapnya saat tiba di Mapolres Asahan, Kamis (10/6/2021) sekira pukul 18:47.

Diketahui, dari laporan humas Polres Asahan kejadian bermula pada hari Kamis tanggal 10 Juni 2021 sekira pukul 05.30 wib, telah ditemukan seorang mayat laki-laki yang di duga korban pembunuhan akibat perampokan bertempat di Dusun II Desa Pasar Lembu Kecamatan Air Joman Kabupaten  Asahan yang bernama Khairil Anwar (57) seorang petani.

Korban ditemukan dengan posisi telungkup diatas tempat tidur dengan keadaan kedua tangan dan kedua kaki terikat mengunakan lakban, hidung dan mulut dilakban.

Korban di temukan pertama kali oleh anaknya yang bernama Irwansyah Putra (27) warga Dusun II Desa Pasar Lembu sekitar pukul 05.30 wib.

Anak korban yang mendatangi rumah orang tuanya tersebut yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah korban dengan maksud mengantar makanan dan ingin berangkat ke Medan untuk menjenguk orang tua korban yang sakit di Medan.

Sesampai dirumah korban anaknya melihat pintu depan rumah dalam keadaan terkunci lalu pergi ke pintu belakang rumah yang sudah dalam keadaan terbuka, kemudian anaknya masuk kedalam kamar korban dan melihat korban dalam keadaan telungkup kemudian anaknya membalikan korban dan melihat posisi kedua tangan dan kedua kaki terikat lakban, mulut berwarna hitam, hidung dan mulut juga terikat lakban.

Melihat kejadian tersebut kemudian anaknya melaporkan kejadian tersebut kepada tetangga korban. Selanjutnya melaporkan kepada Kepala Desa. Tidak menunggu lama Kepala Desa langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Air Joman.

Pada saat di temukan posisi korban dalam keadaan telungkup didalam kamar korban diatas tempat tidur dengan warna sprei warna kuning, kedua tangan, kedua kaki, hidung dan mulut diikat dengan mengunakan lakban warna hitam, dilehar korban ditemukan kain sarung warna merah liris hijau dengan posisi terikat, Kain sarung warna biru liris putih berada di perut korban, kain sarung warna merah liris hitam ditemukan disebelah kiri tangan korban dan pen jam tangan ditemukan di atas kasur dengan pinggul korban dan pada saat ditemukan korban memakai baju kaus warna merah liris putih dan celana panjang warna abu-abu.

Masih dari laporan humas, menurut keterangan tetangga belakang rumah korban atas nama Nur Elinda (46) mengatakan bahwa sekitar pukul 03.00 wib tengah malam dia ada mendengar suara korban minta tolong karena dia sendiri dan suami tak di rumah dia takut keluar rumah.

Sedangkan menurut keterangan anak korban bapaknya seminggu yang lalu panen kelapa seluas 1 Hektar termasuk kelapa keluarga yang di kelola oleh korban.

Saat dikonfirmasi melalui jaringan seluler, Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto melalui Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Rahmadani membenarkan kejadian tersebut.

“Pelaku bersandiwara, berpura-pura menemukan jasad ayahnya korban pembunuhan. Kita akan tindaklanjuti kasus ini”, kata Nugroho. (Fakhri)