Nias Selatan,Suararepublik.news – Maraknya komentar miring dan pesimisme tentang hasil pengumuman yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Nias Selatan mengenai perekrutan GTTD (28 Maret 2021), menuai pro-kontra dikalangan masyarakat, profesional terutama para pendidik,” Senin,29/03/2021.

Tidak terkecuali dari kalangan Generasi Milenial Nias Selatan (GMNS), yang saat ini dipimpin oleh Bernard Ndruru, S.Fil.,M.Psi.

“Penuturan Bernard Ndruru Ketua GMNS Kabupaten Nias Selatan kepada pewarta Suararepublik.news, bahwa perekrutan GTTD di Kabupaten Nias Selatan terkesan kurang menunjukkan profesionalitas. Apalagi ini terkait dengan peletakkan dasar karakter dan nilai pendidikan itu sendiri,” Ujarnya.

Lanjut Bernard,melihat perekrutan GTTD di Kabupaten Nias Selatan secara prosedural administratif sudah memenuhi syarat yang dibutuhkan. Menjadi pertanyaan, apakah itu sudah cukup jika banyak hal lain yang terkesan diabaikan?, terutama saat sebagian besar peserta  merasakan ketidakadilan.

Menurutnya,ada banyak guru yang sudah mengabdi bertahun-tahun (bahkan ada yg sampai 14 tahun lebih mengajar), tidak diperhitungkan pengabdiannya dalam proses perekrutan ini. Selain itu, sesuai dengan syarat rekrutmen, bahwa peserta yang ikut tidak boleh rangkap jabatan sebagai aparat desa. Dan terbukti bahwa ada beberapa peserta pemenang masih aktif sebagai aparat desa (tentu ini bisa dikondisikan kelak setelah dikeluarkan SK penetapan, dan memilih tetap GTTD atau mundur dengan memilih salah satu,” Tegas Bernard.

“Hal  senada, juga disampaikan oleh Eberiaman Lase, SH (Sekum GMNS), bahwa di kecamatan tertentu, ada peserta yang diindikasikan tidak ikut ujian, tetapi lolos sebagai GTTD. Hal ini menunjukkan ketidakprofesional panitia, tentunya dinas terkait dalam melakukan seleksi. Harusnya, Pemda dan Dinas terkait juga mempertimbangkan himbauan Kemendikbud tentang penambahan guru-guru di daerah dengan memprioritaskan mereka yang secara administratif sudah terdaftar dalam sistem Dapodik dan ada NUPTK,” Ungkap Eberiaman.

Selain itu ada tendensi bahwa penetapan rekrutmen pemenang GTTD tahun 2021 di Kabupaten Nias Selatan, dikait-kaitkan dengan kontestasi politik beberapa waktu yang lalu, yakni bahwa peserta pemenang GTTD direkomendasikan oleh tim sukses pemenang pilkada sebagai balas jasa dukungan,” lanjutnya.

“Hal ini dibantah oleh Adems Bulolo, ST (Bendum GMNS) yang melihat bahwa pernyataan tersebut tidak bisa dihindari dalam bingkai demokrasi. Adems malah melihat sebaliknya bagaimana Pemerintah Daerah saat ini fokus pada pembenahan SDM yang berkualitas. Hanya saja, Adems menghimbau Pimpinan Daerah (Bupati) untuk segera mengevaluasi kinerja OPD terkait, sesuai dengan prinsip profesionalitas dan berkeadilan, mengingat bahwa banyak “pahlawan tanpa tanda jasa” yang sudah mengabdi sepenuh hati merasa dilukai dan tidak dihargai perjuangannya,” Jelas Adems.

GMNS yang mengusung  slogan “Agent of Change”, merasa prihatin atas kondisi yang sedang terjadi. GMNS berharap bahwa situasi yang sedang terjadi tidak menjadi chaos karena tindakan oknum tertentu yang secara sengaja mencoreng citra Pemda Nias Selatan di mata publik dan mengkerdilkan esensi pendidikan dalam upaya mewujudkan kelima  Pancasila sila.