Suararepublik.news – Tulungagung 15/07/2021, Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Tulungagung sesuai Keputusan Bupati Tulungagung No. 188.45/270/013/2021

sudah berjalan 12 (dua belas) hari terhitung mulai Sabtu 3 Juli 2021.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung demi membatasi mobilitas masyarakat, salah satunya memadamkan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan protokol mulai pk.20.00 WIB – pk.22.00 WIB (5/7)

Tidak ketinggalan dari unsur TNI, Polri dan Pol PP yang melakukan kegiatan operasi gabungan di tempat – tempat rawan kerumunan.

Terjadi pro dan kontra di masyarakat mengenai kondisi PPKM Darurat ini. Seperti dikatakan oleh salah satu pengusaha makanan cepat saji di wilayah jalan protokol, Laspin (42) “kondisi outlet kalo siang sepi, kalo malem tutup jadi terpaksa harus rolling karyawan soalnya omset menurun”ujarnya

Begitu juga yang di ungkapkan Kayat (55), pedagang kaki lima di seputaran Jalan Pangsud Tulungagung “Penghasilan saya menurun drastis,tapi no problem.Yang penting Covid cepat runtuh terus normal lagi. Saya mendukung adanya PPKM”.ujarnya

Berbeda dengan beberapa pengemudi ojek online (Ojol). Mereka mengaku mengalami kenaikan pendapatan dengan adanya PPKM Darurat karena sebagian besar masyarakat menggunakan jasa layanan online take away.

Kabupaten Tulungagung dan 44 Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali masuk pada tingkatan nilai assesmen 4 (empat). Diikuti oleh 76 Kabupaten/Kota lainnya dengan tingkatan nilai assesmen 3 (tiga)…..Nfc/Kbt