Jakarta, Juni 2020, Suara Republik News, beberapa hari lalu media ini memberitakan tentang,Rapidtest corona covid-19 tersedia gratis untuk masyarakat .

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengab Homecare 24, penyedia layanan kesehatan ke rumah terdepan di Indonesia, mengadakan program Rapid Test Virus Corona Covid-19 gratis.seperti dikutip dari liputan 6 .com, Dimana salah satu sasaran dari program ini yaitu untuk kalangan masyarakat kurang mampu.Ternyata semua ini bohong.

Karena seorang warga Pondok Bambu berinisial H.L.S Bersama suaminya dan seorang cucunya hendak Rapid test,di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Jl. H.Dogol.

Dengan membawa surat pengantar dari Ketua RT dan Ketua RW,Kelurahan Pondok Bambu, yang sudah diambil  dua minggu  lalu, dan menurut arahan ketua RT, membawa surat pengantar tersebut ke Puskesmas Kelurahan dan atau Puskesmas Kecamatan untuk selanjutnya kata Wagiman ketua Rt ini membawa hasil Rapid testnya keKelurahan untuk dibuatkan surat pengantar ke Dishub DKI guna dibuatkan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM)DKI Jakarta, setelah yang bersangkutan( suami ister dan satu Cucu) tadi Jumat 12 Juni  2020  menuju ke Puskesmas Kecamatan,dipintu utama ditemui petugas untuk suruh cuci tangan dan ukur suhu serta mananyakan tujuannya untuk apa, lalu dijawab sang ibu, untuk rapid test, dijawab kami tidak dapat melayani rapid test.

Dengan alasan yang tidak jelas. Sebelumnya  HLS sudah bertanya di RS Duren Sawit  kepada salah seorng petugas bahwa apakah RS.Duren Sawit ini melayani Rapid test. Dijawab hanya boleh ke RS. Swasta katanya. RS.pemerintah kata dia hanya melayani mereka yang sudah poitif Virus corona..Dia tanya memang ibu dan bapak  mau kemana ibu untuk minta Rapid test ? ya pak, saya mau mnjenguk anak saya yang akan melahirkan di Palembang. Ooh coba aja bu ke RS.Ibu dan Anak  di Jl.Pahlawan Revolusi, Disana mereka tidak dapat memberikan surat keterangan sehat , hanya mengetest, pasien apakah positif atau negative virus corona.

Akhirnya pindah lagi ke RS.Yadika di Jalan yang sama Jl, Pahlawan Revolusi. Disini (RS Yadika -red)beda lagi   mereka dapat melayani Rapid test dan memberikn surat keterangan sehat bila yang di rapid test itu negative. Cuma masa berlaku surat keterangan tersebut hanya 3 hari dan bianya kata mereka , Rp.550.000/ orang untuk mencari informasi yang benar, HLS juga mncari tau dari salah seorang temannya yang kebetulan baru dua  hari lalu rapid test di RS.UKI.info yang diperoleh dari temannya tersebut biaya hanya R.350.000/orang dan diberikan surat keterabngan sehat keada mereka yang rapid test jika ternyata negative.

Penulis  mengambil kesimpulan, bahwa tidak adanya pembekalan kepada petugas medis maupun karyawan  Rumah Sakit  tentang covid -19 terutama dalam Teknik melayani pasien yang Rapid test

Kurangnya sosialisasi penanganan covid-19 kepada Institusi Rumah Sakit dan Puskesmas.

Sebab dari empat Rumah Sakit termasuk Puskesmas  Kecamatan Duren Sawit yang dicari tau informasinya tidak satupun yang sama jawabannya sama tentang prosedur pelayanan calon yang akan rapid test. Akhirnya ibu HLS dan suaminya beserta satu orang cucunya memilih di RS, UKI, setelah pemeriksaan darah dilaboratorium hasilnya dinyatakan negative  alias sehat.sehat

Seharusnya Program Rapid Test Covid-19 gratis dilaksanakan dengan mendatangi langsung beberapa lokasi di mana masyarakat kurang mampu. Ada juga peran serta dari Kementerian Kesehatan RI yang mendampingi selama pelaksanaan Rapid Test Covid-19 oleh Homecare 24 ini. Selain itu program Rapid Test Covid-19 ini juga melibatkan organisasi(ring-o)