SuaraRepublik.News – P.Buru-Rahawari SH. Saat ditemui dirah korban Ia menjelaskan,Pasal awal kronologis kasus penganiyaan berawal dari pemalangan kantor desa oleh dua oknom mahasiswa bersama masyarakat .sehingga terjadi kegaduhan di pagi hari pada jam 8:14 menit.wit di desa batu jungku kecamatan batabual kabupaten buru.

Sehingga pada saat itu ketika kantor desa ingin di buka terjadi keributan di desa yang mana tidak ada yang mampu melerai berdasarkan kejadiatan tersebut tidak ada keaman dan pantauan oleh polsek sebagai fungsi kontor keamanan..Eronisnya MEMANG BERDASARKAN KONDISI SAAT ITU MASIH PAGI.Adu mulut pun terjadi antar masyarakat di pusat jalan Desa Batu Jungku.dan saat itu pun penjabat Desa tidak berada desa tersebut.

Penghulu  a/n.bapak Dula Rahawarin di desa tersebut yang mendengar  keributan , langsung keluar dari rumahnya dan Ia ke jalan setapak yang tak jauh dari  tempat keributan tersebut,sesampainya Ia langsung menegur. Dengan ucapan-

Woe jangan kamong urus barang bagitu(jangan ngurusi hal” hal-hal seperti itu) mendingan kalian pulang, atau pergi ke kebun ( ladang)untuk kerja agar kita bisa makan.kata penghulu tersebut.

Namun tiba-tiba keponakan pak dula a/n.GANI LETSOEN langsung bertengkar mulut dengan bapak dula(penghulu desa)Dan bapak dula mengatakan,,kurang ajar ose (kamu)..liahat waja saya baik” saya ini, adik dari bapak kamu.dengan mengangkat tangan untuk menggertak ponakannya,dengan megeluarkan ucapan kamu itu ponaan saya/nanti kamu saya tampeleng. Dengan demikian Gani letsoen keponakan pak dula membalas maju dan mengangkat tangan juga untuk mengertak pak dula,yang tak lain omnya sendiri.

Tetapi tiba tiba  SANGAJI SENELUR yang tiba tiba ada berdiri dengan bebera orang termasuk ALIMUDIN SEKDES yang berdiri di depan rumah sekdes.

Tiba tiba sangaji berlari sekencangnya dengan jarak kira kira 100 m.lebih.langsung menuju bapak dula dan memukulnya telak dari belakang kepala , dan memegang kedua tangan pak dula dan pak dula berusaha untuk melepaskan tetapi sangaji kembali memegang pak dula dengan tangan kiri dari belakang dan tangan kanan menjambak baju depan..

Tiba-tiba satu orang laki laki lagi an.LAFAO menyerobot masuk di kerumunan dan mencoba untuk memukul bapak dula juga ..tetapi kemudian di cegah oleh warga yang berada di situ..

Padahal kondisi saat itu ALIMUDIN SEKDES yang berada di tempat awalnya bersama dengan SENELUR tidak mencoba untuk mencegah sangaji agar tidak boleh ..melainkan sekdes membiarkannya saja dengan sengaja berjalan pelan..bukan saja itu ..di saat kondisi seperti itu istri sekdes pun ikut berumpat dengan bahasa ancaman tak jelas sasaran nya ke siapa.dengan kata kata ,,kamong awasse jangan coba coba kamong bt lia kamong pung anak anak duduk atau lewat bt muka rumah ee.

Masalah rentetan ini bisa kita rek atrek atau mengikutinya lewat bukti fidio durasi beberapa menit lamanya..

Dialihat dari bukti fidio yang berdurasi 2.menit itu sangat jelas.ditambah para saksi lainya.bhawa benar pelaku Sangaji Senilur datang dan langsung melakukan pemukulan terhadap Saudara Dula Rahawarin dari arah belakang tampah ada sebap dan akibat.

sangaji senelur pelaku.diduga telah berulang kali memukul masyarakat dan pernah di kurung..Menurut Nurjana Rahawari SH.perbuatan biadab ini sudah pernah di lakukannya kepada Saudara dula uantuk kedua kalinya sampai berakibat fatal..tetapi kasus ini telah kami laporkan ke pihak yang berwajib di POLRES P.BURU KAB.BURU NAMLEA.

Rahwarin Sh.memintah kepada penegak hukum agar pelaku pemukulan tersebut yang dilakukan oleh Sangaji, diproses secara hukun yang berlaku.

Karena pelaku sampai saat ini masih di biarkan bebas berkeliaran .bukan di proses hukum.Berdasarkan kasus pemukulan orang tua bpk dula rahawarin penghulu desa batu jungku  yang sudah dua kali ini tidak ada pelayanan yang baik ..sehingga kami merasa sangat kecewa.anehnya pihak keluarga yang suda melaporkan kejadian di polres pulau buru.tetapi permasalahan tersebut masi ditangani oleh polsek patabual