JAKARTA-Suararepublik.News –  Sebuah bangunan rumah kos yang terletak di jalan peta utara No 27 Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat di duga melanggar ketentuan dalam peraturan daerah … Tentang izin mendirikan bnagunan.

Pasalnya izin yang terpampang di proyek bangunan tersebut hanya ketinggian tiga lantai.namun faktnaya yang terjadi 4 lantai.Selain itu bangunan tersebut juga melanggar Garis Sepadan Bngunan GSB dan Garis Sepadan Jalan (GSJ).

Tidak hanya itu dalam pengerjaan proyek tersebut juga tidak menggunakan jaring pengaman atau sefty yang bisa membahayakan keselamatan  orang lain.

“Parahnya  itu bangunan,izinya terpasang cuma 3 lantai kok fisiknya 4 lantai.Apa memang boleh begitu.”Kata maman salah seorang warga sekitar saat di wawancarai wartawan Suararepublik news kamis,25 juni 2020.

Wawan juga sangat menyayangkan sikap pemkot jakarta barat yang lembek dalam menegak kan aturan.

“Kalau orang kecil yang mendirikan bangunan sibuk petugas langsung datang menyegel.Tapi kalau pengusaha begini mereka terkesan di biarkan saja.”imbuhnya.

Ia juga berharap aparatur pemerintah tidak tebang pilih dalam menjalankan aturan.yang seperti ini harus di tindak tegas.ucapnya.

Menanggapi hal itu Eliston Raja Lubis salah satu aktivis pemerhati pembangunan saat di temui di kantormya di kawasan kaideres menuturkan,semakin hari kinerja anak buah Anis Baswedan khususnya di bidang pengawasan pembangunan Suku Dinas Ciptakarya Tata Ruang Dan Pertanahan wilayah Jakarta Barat di nilai sangat memble.

“Hal seperti itu bisa terjadi karena di duga ada konspirasi antara pemilik dengan pejabat pengawasan,sehingga pelanggaran yang berdampak pada kerusakan tata ruang dan kerugian bagi masyarakat itu di biarkan terjadi.”katanya

Ia berharap para pekabat itu amanah dalam menjalankan tupoksinya,jangan mementingkan kepenting peribadi dan kelompoknya untuk meraup keuntungan.

“Kita berharap aparat penegak hukum inspektorat dan kejaksaan negri Jakarta Barat melakukan investigasi terkait penggaran bagunan yang di duga dengan sengaja di biarkan oleh pejabat terkait.”tegasnya.Marbun